Launching Calendar of Event Danau Toba 2019 ‘Celebrating Nature in Art’

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba Arie Prasetyo meluncurkan Calender of Event Danau Toba 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin malam (25/2/2019). Peluncuran Calender of Event Danau Toba 2019 mengangkat tema ‘Celebrating Nature in Art’ dengan menampilkan 17 events, 2 events di antaranya masuk dalam 100 Events Wonderful Indonesia_, kali ini sebagai upaya menggencarkan promosi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba yang tahun lalu dikunjungi 231.465 wisatawan mancanegara (wisman).

“Ini menjadi komitmen di awal tahun BPODT untuk mensukseskan program kerja pemerintah pusat khususnya bidang pariwisata di salah satu destinasi prioritas Danau Toba. Dengan adanya Calender of Event yang sudah disusun untuk satu tahun ini, diharapkan bisa menjadi semangat bagi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten untuk bersinergi memberikan kontribusi terhadap pariwisata Danau Toba menjadi Destinasi Pariwisata Kelas Dunia ujar Dirut BPODT Arie Prasetyo.

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menjelaskan, tujuan acara launching Calender of Event (CoE) Danau Toba 2019 untuk meningkatkan awareness wisatawan nasional, regional dan internasional terhadap destinasi Danau Toba sekaligus sebagai upaya mempersiapkan Danau Toba, yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas, dalam menyambut kedatangan 1.000.000 wisman sebagai target tahun ini. “Sebanyak 17 _event_ dalan CoE ada yang berskala nasional dan internasional di antaranya 3 event sebagai Top-3 event : Karnaval Si Gale-Gale, Toba Caldera World Music Festival, dan Festival Danau Toba,” kata Musa Rajekshah.

Menpar Arief Yahya memberikan apresiasi Danau Toba yang meluncurkan 17 _event_ pariwisata berskala nasional dan internasional. “Danau Toba yang dikembangkan sebagai ‘Bali Baru’ merupakan destinasi pariwisata berkelas dunia dan perlu dipromosikan ke seluruh dunia. “_Event_ atau atraksi menjadi unsur penting dalam pariwisata yang dikenal dengan 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) dan unsur 3A di Danau Toba berkembang pesat , di antaranya aksesibiltitas penerbangan internasional melalui Bandara Silangit Siborong-borong yang tiap tahun mendatangkan sekitar 200 ribu wisman sera pengembangan infrastruktur jalur _outer ringroad_ dari Kualanamu menuju Toba,” kata Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, penyelenggaraan Toba Caldera World Music Festival 2019 yang akan berlangsung di Bukit Tarabunga, Balige, Kabupaten Toba Samosir pada 14-16 Juni 2019 sebagai salah satu upaya mempromosikan Danau Toba ke seluruh dunia sekaligus menyambut akan ditetapkannya Danau Toba sebagai anggota dari Global Geoparks Network (GGN) UNESCO pada tahun mendatang. “Dengan menjadikan Danau Toba masuk dalam GGN akan memperkuat daya saing pariwisata di tingkat dunia,” kata Arief Yahya seraya mengatakan, _geopark_ menjadi daya tarik pariwisata unggulan Indonesia yang bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap kunjungan wisman yang tahun ini ditargetkan mencapai 20 juta wisman.

_Launching_ Calender of Event Danau Toba 2019 juga dihadiri Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural sekaligus penanggung jawab 100 CoE Wonderful Indonesia Esthy Reko Astuti, pejabat tinggi di lingkungan Kemenpar serta sejumlah bupati di kawasan sekitar Danau Toba. Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan penyanyi Petra Sihombing, grup musik Gondang dan penari tor-tor, serta sajian kopi khas Sumut oleh barista Rama Michael.

Event pariwisata Danau Toba 2019 yang masuk dalam Top 3 event diharapkan dapat mendatangkan lebih banyak kunjungan wisatawan. Ketiga event unggulan tersebut yakni; Karnaval Si Gale-Gale akan berlangsung di Kabupaten Samosir pada 8 Juni 2019; Toba Caldera World Music Festival 2019 di Bukit Tarabunga, Balige, Kabupaten Toba Samosir pada 14-16 Juni 2019; dan Festival Danau Toba di Kawasan Danau Toba pada 9-12 Desember 2019. Kunjungan wisatawan ke Danau Toba tahun 2016 sebanyak 10.305.972 wisnus dan 233.643 wisman, sedangkan tahun 2017 sebanyak 10.579.452 wisnus 270.792 wisman. Tahun 2018 sebanyak 231.465 wisman, sedangkan pada tahun 2019 ini ditargetkan akan ada 1.000.000 wisman yang berkunjung ke kawasan Danau Toba.

5 Benda Yang Wajib Dibawa Saat Liburan Ke Negara Musim Dingin

Liburan ke negara yang sedang memasuki musim dingin populer dilakukan saat akhir tahun bagi mereka yang ingin merasakan suasana berbeda, khususnya jika ingin melihat dan merasakan salju.

Namun, berwisata ke negara yang sedang musim dingin mengharuskan seseorang untuk pintar-pintar berkemas barang dan pakaian yang akan dibutuhkan supaya tetap hangat meskipun harus menghadapi suhu yang rendah, bahkan minus.

Karena Indonesia adalah negara tropis, barang dan pakaian yang dibawa bukanlah yang umumnya digunakan di sini. Agar kamu membawa semua yang penting, Timberland – sebuah merek sepatu dan pakaian yang berasal dari New England, sebuah daerah di Amerika Serikat yang terkenal akan musim dinginnya – ingin berbagi tips bagaimana mengemas isi koper yang cocok untuk berpetualang ke negara yang sedang musim dingin.

1. Windbreaker sebagai alternatif jaket tebal

Windbreaker

Saat musim dingin, angin yang bertiup kencang dan hujanlah yang akan membuat kamu menggigil, bukannya suhu rendah. Windbreaker adalah jaket yang terbuat dari bahan tipis namun bisa menahan angin dan hujan. Bahan yang tipis adalah nilai plus windbreaker dibandingkan jaket tebal karena windbreaker tidak akan memakan tempat yang banyak di koper. Selain itu, hoodie-nya akan sangat berguna untuk melindungi muka dari angin atau hujan. Agar lebih hangat, kamu bisa melapisi pakaian dengan kaus thermal dan juga sweater dari bahan wol.

2. Kaus thermal

Kaus thermal dibuat dari bahan yang akan menjaga kehangatan tubuh. Pastikan kamu memilih kaus thermal dari bahan ringan dan stretch supaya keringat bisa terserap dan kering dengan cepat, karena walau suhu di luar dingin, memakai banyak lapisan pakaian akan tetap membuat tubuh berkeringat. Dengan memakai kaus thermal, kamu pun tidak perlu menggunakan banyak lapisan baju yang tebal dan cukup menambah sweater wol, selain jaket windbreaker.

3. Sepatu bot kulit tahan air

Berjalan di salju atau suhu rendah lama-lama akan mengakibatkan kakimu dingin dan lembab apabila kamu menggunakan sepatu terbuat dari bahan yang menyerap air, seperti canvas. Agar jari-jari kaki tidak kedinginan, sebaiknya kamu memakai sepatu bot terbuat dari bahan kulit tahan air. Sepatu bot yang tertutup rapat memastikan bahwa kakimu tetap kering walau berjalan dalam salju atau hujan, sedangkan bahan kulit tahan air akan memudahkan kamu saat mengeringkan lapisan luar sepatu bot. Karena es bisa melapisi jalanan, sol karet anti-slip yang menjadi alas sepatu bot akan menjaga kamu supaya tidak tergelincir dan terjatuh saat berjalan.

4. Topi beanie

Kepala kamu pasti akan merasakan dingin jika kamu berjalan-jalan saat suhu rendah atau ketika salju mulai turun. Agar kamu tidak terkena migren atau flu karena kepalamu terkena basah dan dingin, sebaiknya kamu membawa topi beanie, atau yang lebih dikenal sebagai topi kupluk, untuk menjaga kepalamu tetap hangat.

5. Backpack dari bahan tahan air

Backpack memberi cukup tempat untuk menyimpan segala barang bawaaan kamu, termasuk dompet dan smartphone, namun tetap ringkas untuk dibawa dengan mudah. Sama seperti jaket dan sepatu bot, backpack yang kamu bawa sebaiknya dibuat dari bahan yang tahan air agar barang-barang tetap aman walaupun hujan es ataupun terkena salju yang turun.

Jadi, siapkah kamu untuk mulai packing buat liburan musim dingin? Tips terakhir adalah menggunakan vacuum bag untuk membungkus semua barang bawaan. Vacuum bag akan menyedot udara diantara barang-barang yang kamu bawa sehingga memastikan bahwa semua barang kamu terbungkus rapi di dalam koper.

Klook Berbagi Pilihan Unggulan Untuk Liburan Akhir Tahun Memesona di Asia

Berbagai pilihan menarik dari Winter Wonderlands dan Kerajinan Tangan hingga pertunjukan sulap dan menonton paus (Whale Watching)

Musim perayaan Akhir Tahun mulai merambah di daerah Timur, dimulai dari pemasangan instalasi dekorasi lampu bertemakan Disney di Orchard Road Singapura dan tampilan memesona dari gedung-gedung tinggi di Victoria Harbour, Hong Kong. Klook, platform pemesanan aktivitas perjalanan terdepan di dunia, memeriahkan perayaan akhir tahun dengan menawarkan jasa pemesanan yang menyeluruh, dimulai dari transportasi, jalur cepat hingga rekomendasi makanan yang wajib dicoba, semuanya tersedia melalui aplikasi tanpa uang tunai. Klook mengumpulkan sejumlah ide perayaan unik yang digaransi akan memacu kemeriahan perayaan Akhir Tahun dan membawa wisatawan menjelajah daerah yang jarang dijelajahi wisatawan lainnya. Dimulai dari Winter wonderlands dan kegiatan kerajinan tangan hingga pertunjukkan sulap yang memukau dan menonton paus ( Whale Watching), Klook, platform yang telah memenangkan berbagai penghargaan, berbagi 5 cara untuk menikmati liburan akhir tahun yang akan memukau Anda:

1. Liburan Akhir Tahun bersalju di Korea

Onemount Snow Park
Onemount Snow Park

Bagi yang ingin menikmati liburan akhir tahun bersalju, dapat mengunjungi Onemount Snow Park di Gyeonggi-do. Onemount Snowpark adalah taman musim dingin indoor pertama dan terbesar di Korea Selatan. Wisatawan akan terpesona dengan taman yang diselimuti salju di mana mereka dapat menikmati berbagai aktivitas musim dingin seperti kereta luncur anjing, ice-skating dan ice-bowling. Selain dari Onemount Snow Park, Klook juga merekomendasi Seoul Land, taman bermain pertama di Korea. Pesta Natal tahunan Seoul Land yang dimulai dari November hingga akhir Desember, menawarkan berbagai kegiatan menarik seperti kereta luncur, permainan perburuan harta karun, menulis surat ke Santa Klaus dan pertunjukkan sulap oleh pesulap terkenal, Kim Young-jin. Seoul Land terletak di tengah pegunungan Gheonggyesan yang indah, para penggemar adrenalin akan menyukai taman bermain ini, di mana ada lebih dari 40 roller coaster, bagi wisatawan yang lebih menyukai aktivitas yang santai dapat mencoba kegiatan tradisional – ice fishing.

2. Hindari antrian panjang di Hong Kong Disneyland

Hong Kong Disneyland
Hong Kong Disneyland

Kegiatan selanjutnya di daftar Klook adalah kemeriahan di Hong Kong Disneyland; taman bermain ini dihiasi berbagai ornamen Natal yang indah, Hong Kong Disneyland siap menyambut para wisatawan mulai dari pertengahan November untuk selebrasi liburan akhir tahun yang spektakuler. Pengguna Klook dapat menghindari antrian panjang dengan QR Code Entry dan langsung memasuki taman untuk pengalaman Christmastime Ball yang spektakuler, yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti Caroling atau upacara penyalaan lampu pohon natal yang diiringi oleh magical twilight snowfall.

3. Pertunjukan Sulap di Makau

Pertunjukan sulap, The Infinity Louis Yan Magic World Tour, akan membawa Anda ke dunia magis. Pertunjukan ini akan menjadi pengalaman unik dan menarik untuk merayakan liburan akhir tahun. Pertunjukan sulap yang pertama kali diadakan di Makau oleh Louis Yan, pesulap terkenal di dunia, menyuguhkan aksi sulap yang menggemparkan, aksi menghilang dan stunt yang akan membuat jantung berpacu.

4. Kegiatan kerajinan tangan

Crafune Leathercraft Workshop in Haji Lane
Crafune Leathercraft Workshop in Haji Lane

Salah satu cara unik untuk menghabiskan liburan Anda adalah dengan membuat hadiah untuk orang kesayangan Anda. Pengguna Klook dapat menjelajahi sisi artistik mereka melalui beragam kegiatan kerajinan tangan yang terdaftar di Klook, misalnya Crafune Leathercraft Workshop di Haji Lane di Singapura atau Kelas Melukis Teko di Wan Chai, Hong Kong; sebuah coin pouch berbentuk Rice Dumpling ataupun satu set teko keramik yang dilukis dengan tangan dapat menjadi hadiah yang mengesankan bagi orang kesayangan. Art Jam Session di Arteastiq di Singapura adalah kegiatan yang menarik bagi wisatawan, sesi yang berlangsung selama 3 jam ini akan memberikan waktu bagi pengunjung untuk mengekspresikan kreativitas serta menghabiskan waktu dengan orang kesayangan.

5. Menikmati alam liar di liburan akhir tahun

Whale Watching (Winter Only)
Whale Watching (Winter Only)

Klook menawarkan berbagai pilihan untuk menikmati alam liar pada akhir tahun ini. Setelah setahun penuh berada di tengah kesibukan kota, liburan akhir tahun adalah waktu yang tepat untuk menjauhi hiruk pikuk perkotaan. Pecinta alam dapat mengunjungi Penangkaran Gajah di Chiang Mai Mountain Sanctuary untuk mempelajari wisata Gajah yang ramah lingkungan, jelajahi keindahan bawah laut di Bali dengan Lembongan Reef Cruise, nikmati keindahan alam Situs Warisan Dunia UNESCO pertama di Malaysia, Kinabalu Park & Poring Hot Spring atau ikut serta dalam perjalanan untuk mengagumi Ikan Paus Bungkuk ( Humpback Whales) di Okinawa.

Kunjungi https://www.klook.com/id/ untuk pilihan aktivitas terlengkap, setiap aktivitas dilengkapi dengan fitur pemesanan yang mudah dan aman serta harga terbaik bergaransi.

Pertunjukan “Gurda-Gurdi” dan Launching Barusjahe Arts Festival

Kemarin (24/11/2018) di Desa Barusjahe, tepatnya di rumah Sibayak dipadati oleh pengunjung dan masyarakat desa untuk menyaksikan pertunjukan “Gurda-Gurdi”, yang diselenggarakan oleh Desa Barusjahe bersama Karang Taruna yang bekerja sama dengan Rumah Karya Indonesia (RKI), dan berkolaborasi dengan beberapa seniman seperti Anton Sitepu, M.Sn, Dr. Pulumun Ginting, M.Sn., Fuad Erdansyah, M.Sn., Winarto Kartupat, dan juga seniman-seniman muda lainnya.. Pertunjukan ini dilakukan oleh anak-anak disekitaran desa Barusjahe, sebagai penari dan juga pemain musik.

Pertunjukan “Gurda-Gurdi” adalah sebuah pertunjukan yang diambil dari sebuah tradisi lisan. “Gurda-Gurdi” ini merupakan sebuah pertunjukan yang diangkat dari cerita rakyat Gundala-Gundala. Perik si Gurda-Gurdi merupakan perik yang sangat dekat dengan putri yang diyakini merupakan jelmaan dari seorang pertapa handal.

Setelah karnaval mengelilingi kampung desa Barusjahe selesai, para pemain “Gurda-Gurdi” mempersiapkan diri mereka untuk penampilan mereka malamnya. Pertunjukan “Gurda-Gurdi” sangat dinantikan oleh masyarakat setempat dan masyarakat luar desa. Dan suasana sangat meriah ketika anak-anak tampil dengan kostum perik, dan gerak tubuh yang lincah dalam menampilkan “Gurda-Gurdi”. Selama pertunjukan “Gurda-Gurdi”, ada juga disuguhi dengan penampilan Antha Prima Ginting, Sesly br Sitepu, dan Kasro Sembiring. Tidak hanya itu, pemutaran film berbasis budaya juga akan ditayangkan, yang didukung oleh UPT Taman Budaya Sumatera Utara, Dinas Pariwisata Sumatera Utara.

Setelah pertunjukan, juga ada sambutan dari Bupati Karo yaitu Terkelin Sembiring, S.H. yang sekaligus memberikan sertifikat kepada anak-anak pemain “Gurda-Gurdi”. Bupati Karo juga menambahkan dalam pidatonya, bahwa beliau mendukung kegiatan positif ini, dan mengajak masyarakat untuk tetap menjaga budaya yang ada di desa Barusjahe seperti seni ukir, peninggalan-peninggalan budaya seperti rumah sibayak.

Dengan berakhirnya acara pertunjukan ini, maka sekaligus juga launching acara Barusjahe Arts Festival yang bisa dinantikan tahun depan di desa Barusjahe, kecamatan Barusjahe, kabupaten Karo.

Puncak Dolok Tolong, Wisata Eksotis Menatap Toba Dari Langit

Kamu yang doyan hiking atau berpetualang ke tempat-tempat natural, Dolok Tolong di Dairi, wajib masuk daftar kunjungan. Karena dari tempat ini, pemandangan mahadahsyat menanti. Danau Toba dan kawasan sekitarnya membentang indah. Pulau Samosir yang legendaris itu pun terlihat begitu memikat. Nyaris tak ada keindahan alam lainnya yang mampu menyamai.

 

Wisata Tobasa

Sebagai bagian dari wisata Tobasa (Toba dan Samosir) Sumatera Utara, panorama alam di Dolok Tolong memang luar biasa. Terletak di ketinggian sekitar 1.200 meter dpl, Dolok Tolong merupakan bukit tertinggi dari barisan perbukitan yang mengitari Danau Toba dengan Pulau Samosir di tengahnya.

Saat berada di puncak Dolong Tolong, hanya keindahan yang kamu lihat. Sepanjang mata memandang, warna hijau asri mendominasi. Perbukitan di sekitar Danau Toba tampak begitu anggun. Menghiasi keindahan Toba dengan Samosir di tengahnya. Sejenak pejamkan mata, lalu rasakan hembusan angin segar membelai kulitmu. Lalu, buka mata perlahan-lahan. Yakin pada saat itu, kamu seakan melihat Toba dari langit. Sungguh, inilah keindahan yang memukau mata dan jiwa.

Nah,bagi kamu yang hendak mencapai puncak Dolok Tolong, disarankan dengan berjalan kaki (cross country). Meski juga bisa ditempuh menggunakan kendaraan (sepeda motor atau mobil), tapi dijamin nuansa petualangan lebih seru dirasakan ketika setapak demi setapak dilalui dengan berjalan kaki. Apalagi jarak ke puncak dari Kota Balige, kota yang terletak di kaki Bukit Dolok Tolong di Dairi tidak begitu jauh, hanya sekitar 6-7 kilometer.

Saran lainnya, berangkatlah ketika pagi menjelang. Jangan terlalu pagi, atau terlalu siang. Jika terlalu pagi, perjalanan mungkin agak berbahaya dan kurang menyenangkan. Agak berbahaya karena meski jalan menuju puncak sudah diaspal, tapi kondisinya kurang terawat. Ditambah lagi di sepanjang jalan tidak ada lampu penerangan. Gelap gulita dan menyeramkan karena di sisi kiri dan kanan jalan masih rimbun pepohonan.

Ada pun kurang menyenangkan jika berangkat terlalu pagi, karena udara dingin menusuk tulang. Bagi kamu yang terbiasa dengan udara hangat di Kota Medan, tentu udara seperti ini menjadi ‘siksaan’ tersendiri. Namun, jika kamu tetap ngotot berangkat sebelum pagi agar bisa melihat sunrise di puncak Dolok Tolong, maka persiapkan diri dengan baik. Gunakan jaket atau pakaian hangat, dan jangan lupa membawa alat penerangan (senter atau sejenisnya).

Berangkat terlalu siang pun (di atas jam 9 atau jam 10 pagi) juga kurang disarankan. Bukannya kegelapan atau udara dingin yang menjadi tantangan, tapi masalahnya justru ketika kamu sudah ada di puncaknya. Udara terik membuat pemandangan di puncak Dolok Tolong kurang jelas terlihat. Sering muncul kabut tipis yang menutupi pesona Danau Toba dan Pulau Samosir. Tentu kamu tak ingin mengalaminya kan?

 

Sumur Sisingamangaraja

Adanya panorama alam yang memanjakan mata, membuat tempat ini jadi favorit bagi para traveler untuk camping. Apalagi di sini ada mata air yang memancarkan air jenih nan segar. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai Sumur Raja Sisingamangaraja XII. Dinamakan seperti pahlawan nasional dan salah seorang raja Toba terkenal itu karena ada riwayat yang menceritakannya.

Konon, Sisingamangaraja XII pernah berada di puncak Dolok Tolong untuk suatu keperluan. Karena udara yang terik menyengat dan sang raja kehausan, beliau pun menancapkan tombaknya di tanah. Ketika dicabut, menyemburlah air jernih untuk diminum. Adanya sumber air di tempat tinggi seperti puncak Dolok Tolong tentu bukan hal yang lazim. Terlebih lagi kisah yang melatarbelakanginya, membuat tempat ini disakralkan oleh masyarakat setempat.

Tertarik ingin menapaki puncak Dolok Tolong di Dairi? Ayo, jangan ragu. Segera kemaskan peralatan karena ada banyak petualangan menantimu di sana.

Foto : mekar-sinurat.blogspot.com

Danau Sidihoni Di Samosir, Antara Kemolekan Dan Misteri

Pernahkah kamu mendengar nama Danau Sidihoni? Mungkin banyak yang menjawab tidak. Tapi bagaimana kalau pertanyaannya diganti, pernahkah mendengar nama Danau Toba? Tentu, nyaris 100 persen akan menjawab ya. Lalu, apa kaitannya Danau Sidihoni dengan Danau Toba? Kaitannya, Sidihoni ada di Pulau Samosir yang dikelilingi oleh Danau Toba. Jadi, pantas jika banyak yang menyebut Danau Sidihoni di Samosir sebagai danau di atas danau.

Kemolekan Danau Sidihoni

Tidak hanya Danau Toba yang terkenal kemolekannya, Sidihoni pun tak kalah molek. Meski ukurannya tidak begitu luas, hanya sekitar 5 hektare, tapi kamu dijamin tidak menyesal mengunjungi tempat ini. Apalagi jaraknya dari Pangururan, ibu kota Kabupaten Samosir tidak terlalu jauh, sekitar 20-30 menit perjalanan via kendaraan bermotor.

Nuansa asri Danau Sidihoni di Samosir begitu terasa. Sejauh mata memandang, hanya warna hijau yang mendominasi. Ya, di sekitar Danau Sidihoni masih banyak tanah lapang berumput hijau dan rimbunan pepohonan. Sejuk di mata dan sejuk pula dirasa, karena udara di sekitar danau sangat nyaman di kulit. Apalagi adanya hembusan angin yang membawa aroma segar khas danau, pasti melenakan siapa pun.

Mendirikan tenda atau camp di sekitar danau sangat disarankan. Menanti saat matahari terbit dan tenggelam, atau menginap sembari menatap langit malam yang dipenuhi gemintang, akan menjadi pengalaman yang sukar dilupakan.

Terlebih lagi kawasan sekitar danau belum banyak pemukiman penduduk. Saat siang atau pun malam hari, hanya keheningan yang terasa. Sesekali terdengar lenguhan hewan gembalaan penduduk sekitar, atau tawa riang bocah-bocah yang bermain di sekitar danau saat sore menjelang. Ini artinya, kamu yang mencari kawasan wisata yang sangat-sangat alami dan jauh dari keramaian, Danau Sidihoni di Samosir adalah pilihan tepat.

Danau ini memang menawarkan pemandangan dan pengalaman yang sangat natural. Layaknya perawan desa yang belum tersentuh oleh hingar bingar perkotaan. Polos dan lugu, tapi menarik setiap hati yang memandangnya.

 

Misteri Danau Sidihoni

Melancong ke Sidihoni, kamu tak hanya disuguhkan keasrian pemandangan danau tersebut. Ada hal-hal lainnya yang dapat memancing rasa ingin tahumu. Danau ini dikenal punya beberapa misteri yang menarik. Salah satunya, menurut penuturan dari para pemuka setempat, Sidihoni tergolong danau yang jarang mengalami kekeringan meski sedang memasuki musim kemarau yang panjang.

Tercatat, sejak pertama kali danau ini diketahui keberadaannya sekitar tahun 1800-an, hanya tiga kali Danau Sidihoni kekeringan. Yang pertama ketika Jepang mulai menjajah Indonesia, lalu kedua saat pemberontakan Kolonel Simbolon, dan yang terakhir ketika gempa plus tsunami mahadahsyat melanda Aceh pada tahun 2004.

Nah, dari sinilah cerita misteri itu mulai berakar kuat di benak orang-orang yang mempercayainya. Kekeringan Danau Sidihoni diyakini sebagai pertanda datangnya malapetaka yang besar bagi negeri ini, bukan kejadian alam semata.

Misteri lainnya, diyakini ada sungai yang mengalir di dasar Danau Sidihoni. Aliran sungai ini terhubung hingga ke Danau Toba. Meski belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan hal tersebut, tapi penduduk setempat percaya karena keberadaan Batu Bernafas. Salah satu fenomena alam yang unik di Pulau Samosir ini diyakini jadi bukti keberadaan sungai di dasar danau. Membentang dari Sidihoni ke Danau Toba.

Begitulah rupa dan rasa Danau Sidihoni di Samosir, jaminan mutu bagi kamu yang doyan traveling atau backpackeran. Menjejaki kaki di tempat ini bakalan membuatmu  semakin cinta terhadap bumi Nusantara yang indah dan molek ini.

Objek Wisata Alami di Air Terjun Hatonduhan di Simalungun

Ada banyak objek wisata alam yang wajib kamu sambangi di Sumatera Utara, salah satunya Air Terjun Hatonduhan di Simalungun. Sebelum mengunjungi air terjun ini siapkan fisik dan staminamu ya, sebab kamu akan melalui perjalanan panjang dan medan yang tak mudah. Kesiapan fisik dan stamina diperlukan agar kamu tak kelelahan setibanya di air terjun.

Air terjun Hatonduhan di Simalungun ini berjarak 110 kilometer dari Medan, ibu kota Sumatera Utara. Kamu bisa mengendarai mobil atau motor untuk menuju lokasi. Sayangnya tidak ada kendaraan umum yang bisa mencapai lokasi ini. Jika tak ingin repot kamu bisa menyewa mobil dari Medan, atau berkendara umum sampai ke Simalungun. Setelahnya kamu bisa mencari rental mobil atau motor untuk membawamu ke lokasi Air Terjun Hatonduhan.

Air Terjun Hatonduhan di Simalungun ini bisa dibilang air terjun yang sangat besar. Memiliki ketinggiian 100 meter. Wah sangat tinggi ya, pastinya aliran air di air terjun ini sangatlah deras dan kamu juga harus berhati-hati ketika berenang atau bermain air di sekitarnya.

Perjalanan Panjang Menuju Lokasi

Kendaraan yang kamu tumpangi tak bisa langsung ke lokasi Air Terjun Hatonduhan di Simalungun. Kamu harus berhenti di perbatasan yang telah ditetapkan. Parkir saja kendaraanmu di sana, tak perlu khawatir karena ada penjaga dan aman. Setelahnya kamu harus berjalan untuk dapat menikmati keindahan alam Air Terjun Hatonduhan.

Eitss, jangan bayangkan perjalananmu mulus ya. Namun di sinilah letak keseruan dan tantangan yang harus kamu ikuti. Untuk menuju lokasi kamu harus meniti jalan menurun sepanjang lebih kurang 100 meter. Akan tetapi bukan jalan mulus begitu, kamu harus menuruni anak tangga yang tebuat dari tanah, batu, dan besi. Sesekali kamu juga harus menuruni jalanan terjal berbatu.

Di kiri – kanan jalan, terdapat jurang dan pemandangan yang indah. Nah, ini dia keseruan yang kamu dapatkan karena kamu bisa menikmati pemandangan indah dan hawa sejuk ketika menuruni anak tangga. Jadi nikmati saja, kamu juga bisa menganggapnya sebagai olahraga.

Menariknya lagi kamu bisa melihat hamparan kebun kelapa sawit yang tentu saja warna hijaunya amat menyegarkan mata. Jadi jauhnya perjalanan dan terjalnya jalanan menuju Air Terjun Hatonduhan di Simalungun terbayarkan dengan pemandangan yang maha indah.

Jalanan yang terjal dan berbatu ini menunjukkan bahwa lokasi ini memang benar-benar alami dan belum mengalami pemugaran. Jadi kamu wajib menjaga keasrian jika berkunjung ke sini. Caranya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan, membuat gaduh, berperilaku sopan, dan tidak merusak benda-benda alami yang ada di sekitar lokasi.

Tak Perlu Bayar Mahal

Untuk dapat menikmati objek wisata ini tak perlu mengeluarkan biaya banyak. Kecuali jika kamu mneywa mobl atau motor. Kamu hanya cukup membayar biaya parkir yang hanya dikenanakan Rp 5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 7.000 untuk kendaraan roda empat. Jadi,  kamu hanya cukup merogoh kocek ribuan rupiah saja untuk dapat menikmati pemandangan yang dapat memanjakan mata ini. Serukan?

Perlu juga kamu ketahui, bahwa butuh waktu tiga jam dari pusat kota Medan, untuk menuju lokasi. Selain itu perlu juga kamu ketahui, bahwa jalanan menuju lokasi ini melalui Tanah Jawa atau simpang kebun Hatonduhan –Simalungun. Jalanan berupa bebatuan cadas dan ilalang. Ini tanda bahwa masih asri dan alami wisata Air Terjun Hatonduhan di Simalungun.

Foto : http://pusatinfowisata26.blogspot.com

Air Terjun Sampuran Efrata di Samosir, Destinasi Favorit Para Traveler

Jika berkunjung ke Sumatera Utara, jangan lupa sambangi air terjun Efrata di Samsosir. Air terjun ini mampu menajakan mata siapa saja yang menyambanginya. Derasnya air terjun, apalagi di musim penghujan membuat pengunjung suka dan betah berlama-lama di sana. Konon, air terjun Efrata tersebut berasal dari Bukit Barisan, yang menawarkan kesejukan dan segaran bagi pengunjungnya.

Kamu bisa juga lho sekalian berkemah atau camping di sekitar air terjun ini. Pihak pengelola memang menyediakan lokasi untuk berkemah bagi para pengunjungnya. Sebetulnya penginapakn pun tak jauh, karena lokasi air terjun ini dekat dengan pasar. Namun banyak orang yang ingin berkemah dan menikmati hawa malam dan pagi hari air terjun ini. Bagaimana apakah kamu tertarik untuk mencoba?

Pemandangan Menakjubkan Di Sekitar Air Terjun

Bukan hanya udara segar, kamu juga akan dimanjakan dengan pemandangan yang menakjubkan di sekitaran air terjun. Derasnya air, membuatmu ingin bermain air bahkan mandi di sana. Dari tepian air terjun, kamu pun bisa merasakan cipratan air dan merasakan kesegarannya. Wajar saja jika wisatawan ingin mandi dan bermain air sepuasnya. Sepertinya menarik ya untuk dicoba.

Air terjun Efrata di Samosir ini letaknya tak jauh dari objek wisata menara pandang Tele. Jika kamu berada di puncak menara pandang Tele, maka kamu dapat menikmati keindahan air terjun Efrata ini. Bisa dipastikan kamu ingin segera tiba di air terjun  Efrata dan bermain air sepuasnya di sana.

Jika bermain di air terjun Efrata di Samosir ini kamu juga akan menikmati keindahan Bukit Barisan, apalagi air terjun Efrata ini adalah air yang berasal dari Bukit Barisan di Sumatera Utara. Selain itu kamu juga dapat menikmati keindahan Danau Toba. Sepertinya menyenangkan ya berwisata ke air terjun Efrata ini. Sekali mendayung, kamu bisa menikmati hawa sejuk dan pemandangan indah Bukit Barisan, keindahan dan kesegaran Air Terjun Efrata di Samosir, dan juga hamparan Danau Toba di depan mata. Pasti mata akan dimanjakan dengan keindahan alam yang tiada tara ini.

Air terjun Efrata di Samosir memiliki tinggi kurang lebih 25-26 meter dengan lebar 10 meter. Aliran airnya pun sangat kuat, terlebih lagi di musim penghujan. Itu sebabnya kamu harus berhati-hati jika mandi di air terjun tersebut karena aliran airnya sangat kuat.

Menuju Lokasi

Ari Terjun Efrata berada di Desa Sosor Dolok, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Jaraknya leih kurang 20 kilometer dari pusat Kota Samosir. Jaraknya memang cukup jauh, dari pusat kota. Tak heran masih sedikit orang yang datang ke air terjun ini karena jarak. Wisatawan yang datang adalah mereka yang benar-benar mengerti dan cinta akan keindahan alam.

Kamu bisa berkendara dengan mobil atau motor untuk menuju ke Desa Sosor Dolok. Setibanya di lokasi tujuan, kamu harus berjalan sekitar 10 menit untuk dapat menikmati keindahan Air Terjun Efrata di Samosir ini. Jadi siapkan betul ya fisikmu untuk menempuh perjalanan panjang ditambah lagi berjalan kaki menuju air terjun. Tapi tak perlu khawatir pastinya kamu akan mendapat pemandangan yang menakjubkan dan ingin kembali lagi.

Tak ada pantangan di objek wisata ini. Hanya saja kamu tetap harus menjaga sopan santun dan kebersihan di lingkungan. Termasuk jangan merusak atau membawa pulang bebatuan karena bisa merusak lingkungan Air Terjun Sampuran Efrata di Samosir.

Foto : Dinas Pariwisata, Seni Dan Budaya Kabupaten Samosir

Tempat Wisata Kekinian di Medan : Sun Flowers Garden

Sun Flowers Garden menjadi destinasi baru tempat wisata kekinian di Medan. Taman luas yang memiliki puluhan wahana area spot selfie dalam area perumahan River Valley Residence yang merupakan proyek dari Wiraland Property Group. Tentu sangat menakjubkan bukan? Bukan hanya sebatas angan maupun bayangan, area tersebut benar-benar ada!

Kehadiran Sun Flowers Garden ini menjawab kebutuhan generasi milenials yang selalu eksis dengan berbagai hal kekinian lalu memajangnya di media sosial pribadi mereka.

Sun Flowers Garden merupakan salah satu fasilitas berkelas yang disiapkan oleh pengembang bagi masyarakat Kota Medan untuk bisa menikmati destinasi wisata dalam kota yang sangat asri. Jika Anda masuk ke dalam taman yang berukuran 2500m2 ini, maka Anda akan disuguhi sebanyak 23 wahana spot selfie menawan yang membuat Anda seperti sedang melakukan traveling di kota Bandung, Bogor dan Jogjakarta.

Keseluruhan wahana di Sun Flowers Garden ala wisata kekinian di Medan ini mempertontonkan nuansa asri dan hijau. Setelah melihat hasil fotonya, tidak ada yang menduga bahwa Anda sedang berada di area perumahan penghijauan terbaik di kota Medan.

Perahu Bambu di Sun Flowers Garden
Perahu Bambu di Sun Flowers Garden

Wahana spot selfie yang sedang happening ini benar-benar dimanfaatkan para selebgram terhits di Kota Medan untuk menambah koleksi postingan mereka. Adapun beberapa selebgram yang menyempatkan diri untuk berpose ria di sini antara lain adalah Winny Putri Lubis, Mamak Gardam dan Ucok anaknya, youtuber Tulang Tio, bahkan Maggie Kholine juga tak mau ketinggalan untuk berpose duluan di setiap wahana spot selfie Sun Flowers Garden sebelum wisata kekinian di Medan ini semakin ramai dikunjungi masyarakat Medan lainnya setelah di-launching.

Love Bambu di Sun Flowers Garden
Love Bambu di Sun Flowers Garden

Walaupun fasilitas ini berada di dalam area perumahan dan Anda sendiri bukan penghuni perumahan, pihak pengembang tetap memberikan keleluasaan bagi siapapun yang ingin berkunjung. Sebab wahana ini sendiripun didirikan memang untuk menambah destinasi kawasan wisata bagi masyarakat Medan, khususnya generasi Milenials.

Adapun destinasi wisata kekinian di Medan ini sendiri di-launching bertepatan dengan hari peringatan Kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus. Meski merupakan destinasi wisata kekinian di Medan, tidak seperti di tempat wisata lain yang membebankan harga tiket bagi pengunjung, di sini pengunjung tidak akan dibebankan biaya apapun untuk masuk ke dalam area Sun Flowers Garden. Artinya, masyarakat bisa bebas masuk ke dalam wahana tanpa pungutan biaya apapun. Masyarakat bisa leluasa menikmati 23 wahana spot selfie dan seolah-olah sedang berada di daerah perbukitan hits luar kota.

Bagi pengembang sendiri, tujuan kawasan wahana spot selfie wisata kekinian di Medan seluas 2500 meter persegi ini didirikan sebenarnya adalah agar masyarakat Kota Medan bisa menikmati tanpa perlu pergi jauh keluar kota untuk bisa merasakan suasana asri seperti Kalibiru, The Lodge Maribaya atau Bukit Simanjurunjung. Sun Flowers Garden menjawab kebutuhan tersebut. Kehadiran taman berisi puluhan wahana spot selfie ini juga diharapkan dapat mendongkrak laju perekonomian masyarakat sekitar perumahan River Valley Residence seiring kunjungan masyarakat.

Adapun perumahan River Valley Residence ini sendiri memiliki 9 Rumah Contoh yang siap untuk Anda sambangi masing-masing. Kesembilan Rumah Contoh ini antara lain adalah Tipe Crystal (Tipe 36), Tipe Jasper (Tipe 58), Tipe Ruby (Tipe 67), Tipe Topaz (Tipe 78), Tipe Opal (Tipe 36), Tipe Sapphire (Tipe 38), Tipe Emerald (Tipe 42), Tipe Beryl (Tipe 42), dan Tipe Bacan yang merupakan tipe terbaru. Keseluruhan tipe ini masih memiliki promo Subsidi DP serta gratis biaya KPR dan pajak bagi setiap masyarakat yang ingin memiliki hunian. Kapan lagi Anda bisa punya rumah yang memiliki fasilitas destinasi wisata kekinian di dalamnya kalau bukan di River Valley Residence? Info lebih lanjut, wiraland.com saja.

Adapun beberapa wahana spot selfie wisata kekinian di Medan ini yang sangat populer dan digemari; antara lain adalah Air Mancur, Angsa Cinta, Kupu-Kupu, Kepompong, Burung Merak, Love Bambu, Bangku Santai, Tol Jokowi, Rumah Pondok, Kepompong Anak, Kebun Bunga Matahari, Jam Dinding, Sangkar Burung Duduk, Anjungan Bambu, Bunga Matahari, Bingkai Kembar, Anjungan Kayu, Putus Cinta, Sayap Bidadari, Kursi Ayun, Bulan Sabit, dan Perahu Bambu.

Angsa Cinta di Sun Flowers Garden
Angsa Cinta di Sun Flowers Garden
Putus Cinta di Sun Flowers Garden
Putus Cinta di Sun Flowers Garden
Jam Dinding di Sun Flowers Garden
Jam Dinding di Sun Flowers Garden
Bingkai Kembar di Sun Flowers Garden
Bingkai Kembar di Sun Flowers Garden
Sangkar Burung di Sun Flowers Garden
Sangkar Burung di Sun Flowers Garden
Bunga Matahari di Sun Flowers Garden
Bunga Matahari di Sun Flowers Garden
Kursi Ayun di Sun Flowers Garden
Kursi Ayun di Sun Flowers Garden

Demikianlah beberapa destinasi wisata kekinian di Medan di Sun Flowers Garden dan menjawab kebutuhan generasi milenials yang selalu eksis dengan berbagai hal kekinian lalu memajangnya di media sosial pribadi mereka.